PROBOLINGGO — Semangat antikorupsi dikemas melalui karya seni dalam Lomba Mural Probolinggo Anti Corruption Fest 2026 yang digelar Inspektorat Daerah Kabupaten Probolinggo di Gelora Merdeka Kraksaan, Kamis (10/9/2026).
Sejumlah peserta menuangkan pesan tentang kejujuran, integritas, serta perlawanan terhadap korupsi ke dalam karya mural. Dinding Gelora Merdeka Kraksaan pun menjadi ruang ekspresi sekaligus media untuk menyampaikan pesan antikorupsi kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari sejumlah organisasi kemasyarakatan dan elemen masyarakat. Mereka menilai penggunaan media seni dapat menjadi pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat dalam menyampaikan nilai-nilai integritas, terutama kepada generasi muda.
Inspektur Inspektorat Daerah Kabupaten Probolinggo, Imron Rosyadi, S.P., M.M., mengatakan upaya membangun budaya antikorupsi membutuhkan cara-cara yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“Anti-corruption fest ini tidak sekadar formalitas seremonial, tetapi menjadi gerakan kebudayaan yang nyata.”
Menurutnya, pesan antikorupsi tidak harus selalu hadir dalam bentuk kegiatan formal. Kreativitas dan partisipasi masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam menumbuhkan kesadaran bersama mengenai pentingnya kejujuran dan integritas.
Melalui rangkaian Probolinggo Anti Corruption Fest 2026, Inspektorat Daerah Kabupaten Probolinggo mendorong agar semangat antikorupsi tumbuh sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari dan menjadi gerakan bersama di tengah masyarakat.
? Berani Jujur Iku SAE!
#ProbolinggoAntiCorruptionFest2026
#PariwaraAntikorupsi
#BeraniJujurIkuSAE
#Antikorupsi
#Integritas
#InspektoratKabupatenProbolinggo